Ikan Sapu - Sapu, Benarkah di Benci Banyak Negara?

Ikan Sapu - Sapu, Pasti ngga asing kan sama ikan di foto? Yup, ikan Pleco atau di Indonesia sering disebut ikan Sapu Sapu, secara internasional dikenal dengan Amazon Sailfin Catfish, dan bernama ilmiah Pterygoplichthys pardalis. Ikan ini adalah ikan air tawar tropis dari keluarga ikan lele berperisai, Loricariidae.

Ikan Sapu-Sapu, Benarkah di Benci Banyak Negara

Ikan Sapu - Sapu, Benarkah di Benci Banyak Negara?

Ikan Sapu - Sapu, Spesies ini dapat tumbuh hingga panjang maksimal 49cm, dengan berat 310 gram. Ikan ini sering salah diidentifikasi dengan Hypostomus plecostomus, spesies lele berperisai lain yang dikenal sebagai 'Common Pleco'. Kedua spesies ini dibedakal oleh jumlah layar pada sirip dorsalnya. P.pardalis memiliki 11-13, sementata H.plecostomus hanya memiliki 5-8 layar.

Secara alami, ikan ini berhabitat di Cekungan Sungai Amazon, di negara Brazil dan Peru. Ikan ini dapat mengambil nafas langsung dari udara, meskipun ikan ini merupakan penjelajah dasar, ikan ini mampu mengambil nafas ke permukaan air, terutama ketika musim kering dimana permukaan air menurun dan kandungan oksigen terlarut juga menurun drastis. 

Disamping itu, ikan ini juga punya kemampuan adaptasi yang sangat mengerikan, bahkan bukan hanya mampu hidup di perairan muara, ikan ini juga mampu hidup di berbagai kondisi perairan, mulai dari aliran sungai yg berlumpur, kotor, penuh sampah, bahkan hingga perairan yang mengandung limbah berbahaya.

Ikan ini dikenalkan ke beberapa negara sebagai ikan hias, namun entah disengaja atau tidak, ikan ini tersebar ke perairan lokal, dan menjadi spesies yang sangat invasif. Di Filipina ikan ini dikenal dengan nama Janitor Fish, dimana ikan ini telah menjadi hama lokal, dan dijual dalam jumlah besar untuk memusnahkan populasinya. 

Perjalanan Ikan Sapu - Sapu

Ikan Sapu - Sapu, Benarkah di Benci Banyak Negara?

Di Amerika, invasi spesies ini diketahui merusak ekologi perairan sana, menurunkan keragaman spesies lokal, dan menurunkan populasi tanaman air, dimana tanaman air ini digunakan ikan ikan lokal untuk bersarang. Bahkan di Florida, ikan ini mengancam populasi Manatee atau Lembu Laut (Trichechus. sp), dengan memakan habis alga dan ganggang yang menjadi makanan pokok Manatee di daerah muara, karena diketahui saat musim dingin, Manatee akan bermigrasi ke perairan payau yg lebih hangat, dimana alga dan ganggang laut masih tumbuh subur. 

Namun, karena alga dan ganggang air telah habis dimakan oleh ikan ini yang populasinya meledak, Manatee terpaksa mencari makanan di perairan yg lebih dingin, dimana jumlah makanan yg ada sangat minim, dan dikhawatirkan hal ini akan berdampak pada menurunnya populasi Manatee.

Di Indonesia sendiri ikan ini sudah tersebar luas di perairan liar, dan menjadi hama. Selain mudah beradaptasi, dan mudah berkembang biak, Pleco juga memakan telur telur spesies ikan ikan lokal, yang terkadang menempel di tanaman air, atau permukaan batu, dan hal ini berdampak pada musnahnya spesies ikan lokal. 

Membasmi ikan ini pun juga rasanya merupakan hal yang sulit, karena Pleco mampu hidup meskipun sungai mengering, selama masih ada sedikit saja air yang tersisa. 

Sebenarnya ikan ini bisa saja dimanfaatkan menjadi pupuk, pakan ikan, atau bahkan bahan makanan, dengan catatan ikan ini hidup di perairan yang bebas limbah. Entah siapa yg pertama kali melepaskan ikan ini ke perairan kita, ikan ini berubah menjadi bencana ekologi dalam waktu singkat. 

Bahkan diketahui ikan ini juga berbahaya bagi bangunan di tepian sungai, karena ikan ini membangun sarang dengan membuat lubang lubang, pada dinding tanah tepian sungai, sehingga dapat menyebabkan erosi, atau tanah amblas ke sungai.

Ikan ini kadang juga dijual di toko toko ikan hias dengan label 'ikan pembersih lumut', dengan harga yg sangat murah. Faktanya, hal ini benar, tapi juga salah. Benar karena memang ikan ini memakan lumut. Salah karena saat ikan lain diberikan makan, ikan ini juga ikut makan dalam jumlah besar karena nafsu makannya yg tinggi. 

Dampak Ikan Sapu - Sapu

Tentu saja, kotoran dari ikan ini juga sangat banyak. Kotoran ini kemudian terurai di sistem filtrasi, dan akhirnya berubah menjadi nutrisi untuk pertumbuhan alga, hasilnya, lumut malah makin numpuk. Selain itu pertumbuhannya yg cepat juga akan membuat ikan ini menjadi masalah saay kita memeliharanya dengan ukuran aquarium yang terbatas. 

Selain itu, diketahui dari pengalaman beberapa teman, ikan ini sering kali menghisap lapisan lendir pelindung pada ikan lain, hingga lapisan lendir pelindung tersebut habis, dan korbannya bakalan rentan kena penyakit, hingga berujung kematian. Mungkin hal hal inilah yang mendorong orang orang untuk membuang ikan ini di sungai....

Semoga saja, tulisan ini membuat kita menjadi sadar betapa berbahayanya ikan ini untuk ekosistem perairan kita, jadi jangan buang ikan sapu sapu yg kamu pelihara ke sungai...

Daripada ikan sapu sapu sih saya lebih merekomendasikan ikan lokal kita, ikan Nilem (Osteochilus vittatus) sebagai pembersih alga atau lumut di aquarium, karena sepengalaman saya, ikan Nilem sangat efektif membasmi alga dan lumut, bahkan jauh lebih efektif dari ikan sapu sapu...

Penutup

Demikianlah sejarah singkat tentang Ikan Sapu - Sapu, Benarkah di Benci Banyak Negara?. Semoga membantu menambah wawasan kamu semua. silakan share ke mediasosial kamu supaya bermanfaat bagi banyak orang.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url